Serunya Lebaran di Korea! -Edisi 1438H

Dari Anas bin Malik ra berkata bahwasanya Rasulullah SAW datang ke Madinah sedangkan mereka (penduduk Madinah) memiliki dua hari untuk bermain dan bergembira ria. Maka Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada apakah dengan dua hari ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain dan bergembira ria pada masa jahiliyah di dua hari tersebut.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT telah menggantikan dua hari kalian dengan dua hari yang lebih baik darinya, yaitu Iedul Adha dan Iedul Fitri.’ (HR. Nasa’i)

Sumber: di sini

اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ، لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ

Alhamdulillah, setelah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, kita masih bisa dipertemukan dengan hari kemenangan, hari Idul Fitri. Seperti yang disebutkan oleh Ustadz Nouman Ali Khan dalam satu video kajian beliau tentang menyambut bulan suci ini, hari lebaran adalah hari saat kita merayakan selesainya pelatihan atau training kita selama 30 hari untuk menahan lapar, dahaga dan juga perbuatan-perbuatan yang tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Semoga Allah menerima semua niat dan amalan yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini aamiin yaRabbal’alamiin.

Apa ya yang spesial di lebaran kali ini? Tentunya kalau di Indonesia minggu ini masih masuk libur cuti yah, jadi saya masih sering melihat keseruan-keseruan teman dan kerabat saya di news feed instagram atau di instagram story. Makan enak, kumpul bersama keluarga, mudik, reunian, dan lain sebagainya. Rindunyaa luar biasa. ❤️

Alhamdulillahi bini’matihi tatimus shalihat, kali ini masih sama seperti tahun lalu saat lebaran, Seoul masih menjadi tempat saya menghabiskan 30 hari bulan Ramadhan dan lebaran setelahnya. Bahagianya adalah saat bisa berkumpul sama teman-teman untuk hehebohan masak-masak, sholat idul fitri dan juga pergi ke acara gathering. Sedihnya adalah ketika kerinduan akan suasana lebaran di kampung halaman itu memuncak dan ditambah lagi lihat suasana lebaran yang berseliweran di media sosial tadi wkwk. Tapi nggak apa-apa, di mana pun kita berada hati ini tetap tidak bisa lepas dari keluarga yang nun jauh di sana (tsaaah).

Berikut hal-hal seru yang saya rasakan di lebaran kali ini, dan mungkin bisa menjadi referensi teman-teman yang nanti akan ke sini pada saat momen lebaran.❤️

1. Bisa buat pesta takbiran sendiri sama teman-teman terdekat!

Terkadang, jauh dari keluarga membuat hati ini sedih, sepi, galau terutama saat momen berharga seperti Idul Fitri, apalagi di malam sebelum Idul Fitri, saat biasanya keluarga berkumpul menyiapkan hidangan untuk disantap di pagi keesokan harinya setelah sholat Id. Nah, sudah dua kali ini saya menghabiskan malam takbiran ini di rumah salah seorang sahabat saya yang juga tinggal di daerah Seoul dengan sahabat-sahabat yang lain. Kita seseruan masak masakan khas lebaran (meskipun dengan keterbatasan ilmu masak-memasak) tapi, masyaAllah kebersamaan dan nikmatnya rasa makanannya itu bisa mengobati kerinduan akan keluarga dan kampung halaman. Pssst… tentunya sambil mendengarkan rekaman takbiran lewat youtube atau media lainnya.

KakaoTalk_20170701_151634308

2. Lapangan untuk kita semua!

Biasanya sholat Idul Fitri dilaksanakan di mesjid pusat Itaewon atau lapangan dekat masjid milik komunitas Indonesia, atau mushola-mushola lainnya yang terutama ada di kota-kota besar. Setiap lebaran di Korea, saya selalu memilih untuk sholat di lapangan dekat mushola Indonesia di Seoul, yaitu di Masjid Al-Falah daerah Yeongdeungpo station. Lapangannya bukan punya kita kok, tapi lapangan yang ada di kawasan taman Yeongdeungpo yang cuma berjarak 5 menit dari musholanya. Kenapa saya memilih di sini? Karena lebih pagi dan lebih kena rasa lebaran Indonesianya, karena yang datang hampir semuanya orang Indonesia. Jadi sekalian mengobati kerinduan suasana sholat Idul Fitri di rumah, alhamdulillah. Untuk masjid Itaewon, jadwal sholatnya cukup siang yaitu jam 10 pagi dan biasanya akan banyak sekali orang yang datang, tidak hanya dari satu negara saja tapi bermacam-macam, dan lebih jauh dari tempat saya jadi saya suka sholat di lapangan saja hehehe.

3. Ayo berburu tempat open house atau gathering!

Biasanya akan ada tawaran dari beberapa keluarga yang masak untuk makan bersama di hari yang suci ini. Tapi kali ini, Kedubes Indonesia di Korea (KBRI) membuka gathering atau open house besar-besaran untuk komunitas Indonesia. Tidak hanya Indonesia bahkan, ada yang dari negara-negara lain yang datang untuk bersama merayakan hari kemenangan ini. Banyaak sekali yang datang, mungkin bisa lebih dari 1000 orang (saya nggak tahu pastinya). Pihak KBRI pun menyiapkan panggung hiburan sembari kita menikmati makanan enak. Kemarin KBRI menyiapkan hidangan berupa lontong, sambal goreng ati, rendang dan sop (kalau tidak lupa), dan juga kerupuk! Tidak lupa buah semangka segar menjadi penutup mulut kami. Selain itu, ada juga bazaar-bazaar termasuk bazaar makanan seperti pempek dan juga bakso untuk kita nikmati kalau masih kurang. Kita dapat free kupon senilai 3000 won dan saya pun berbagi pempek dengan jus alpukat dengan teman-teman saya.
Alhamdulillah terima kasih banyak untuk Bapak Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan dan juga seluruh pihak yang terlibat dalam gathering ini. Seru! Bapak Dubes dan keluarga beliau begitu ramah menyapa warga Indonesia di Korea.
Setelah puas melahap makanan di KBRI untuk makan siang, saya berpindah (pindah-pindah mulu) wkwk ke rumah salah seorang teman dekat saya yang tinggal di dekat rumah. Ada gathering untuk teman-teman kampus di sana jadi saya seseruan lagi deh, alhamdulillah makan opor plus lontong, sama sambal goreng udang dan juga kue-kue lebaran macam kastangel dan cookies cokelat!

KakaoTalk_20170701_151624778
credit to: Mas Eko
4. Waktunya kembali ke reality!

Kalau di Indonesia, cuti lebaran itu bisa sampai seminggu setelahnya (kecuali papa saya yang harus posko bahkan saat lebaran pun!) kalau di sini, tidak akan ada cuti-cutian kecuali memang saat momen libur kuliah, atau akhir minggu, atau sengaja mengambil cuti dari tempat kerja. Saya yang masih intern di kantor tempat saya bekerja sedihnya sudah mengambil jatah cuti saya di minggu sebelumnya, jadi mau tidak mau saya harus masuk pada hari lebaran kedua atau hari Senin.

Meskipun demikian, keseruan di hari lebaran masih membekas di ingatan saya, dan sambil melihat update dari keluarga di rumah yang masih silaturahmi ke keluarga yang lain saya juga ikut merasakan serunya kumpul-kumpul di rumah. Semoga Allah masih memberikan saya dan keluarga saya, dan juga teman-teman semua, kesempatan untuk bertemu dengan tamu istimewa kita ini tahun depan. Tidak lupa, semoga Allah memberikan kita kemudahan untuk senantiasa istiqomah melakukan ibadah-ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan kali ini sampai seterusnya.

Demikianlah curhatan saya tentang serunya lebaran di Korea versi saya kali ini. Sekali lagi, semoga teman-teman semua jadi merasakan keseruan lebaran para anak rantau seperti kami. Barakallahu fiikum

 

“When they returned from the eid, they said to each other, ‘Taqabbalallahu minna wa minkum (May Allaah accept it from you and us).”” (Ibn Qudaamah)

 

di subway dan kafe dekat rumah.

Hari ke-6 bulan Syawal. 3.56pm.

Advertisements

One thought on “Serunya Lebaran di Korea! -Edisi 1438H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s